lautan belum memisahkan kita…
Friday, July 28th, 2006Sebelumnya, saya ingin mengingat kembali masa2 setahun yang lalu. Ketika pertama kalinya kaki ini melangkah masuk ke gedung D, pake celana panjang hitam dan hem abu2, lengkap dengan tas yang hanya berisi agenda Dinamika, naik ke lantai 3, dan masuk ke sebuah ruangan, entah D tiga kosong berapa, dan bertemu dengan makhluk2 yang ngakunya ditempatin di kelas yang sama dengan saya, 1T Akpem.
Biasa, dimulai dengan berkenalan. Tanya nama, dari sma mana, dari wilayah Indonesia yang sebelah mana. Lumayan beragam juga, paling barat diwakili Medan (atau Tarutung? Sy ga tw yang lebih utara Tarutung atw Medan? ada yang tau?), truz Bengkulu, Palembang , Lampung, Jabotabek, Banten, Bandung, Jogja, Semarang, Magelang, Solo, Boyolali, Bojonegoro, Purbalingga, Surabaya, Banyuwangi, Kediri, dan paling timur jatuh di kampung saya. Awal2nya, nama makhluk2 itu saya sering lupa. Maklumlah, wajah n rupanya hampir sama semua. Selain plontos, muka makhluk2 itu pada hitam akibat efek fun move selama satu pekan, jadi sulit dibedakan satu sama lain. Kalo yang ce ya ga begitu lupa, selain jumlahnya minoritas, mereka masih bisa dikenali lewat ciri2 rambut atw kerudungnya.
Yang paling berkesan mungkin ketika mengingat raut wajah makhluk2 itu yang mendengar kata "Dompu". Dompu emang dimana? Di Sumbawa kan, di NTT? Dengan sabar saya jelaskan kalo Dompu emang di pulau Sumbawa, tapi Sumbawa ga di NTT, Mas (ha3, pada sok tw sih…) Tapi emang wajar kalo ga tw. Coz Dompu emang dari zaman baheula jarang keekspos media. Tapi kalo sumpahnya Gajah Mada di perhatiin sediteil2nya, Dompu di sebutin koq…"Aku tak akan makan palapa, sampai Dompo, Pahang…….tidak tunduk di bawah kekuasaan Majapahit" Nah, ada Dompu kan?
Dan, hari ini adalah hari terakhir saya berada satu atap dengan mereka buat genapin kuliah (-nya Pak Sugeng) semester ini. Karena hari terakhir, suasana jadi sedikit berbeda. Meski ga pake acara bercucuran air mata yang mengharu biru, tetap saja makhluk2 itu merasakan "sesuatu" yang mereka miliki selama ini akan sedikit terusik. Sesuatu yang menjadi modal buat mereka untuk lolos ke babak kedua futsal, lolos ke babak kedua street soccer, hingga menjadi runner up pada perhelatan liga Himas. Sesuatu yang membuat mereka untuk rutin bayar uang kas buat foto kopi bahan kuliah hingga beliin minum buat dosen2 (gratifikasi? Coba cek di www.kpk.go.id). Sesuatu yang membuat mereka untuk kompak belajar akun bareng sebelum ujian. Sesuatu yang membuat mereka kompakan untuk berteriak.."Supeer teee….yeeaah…( hyuuuk…)".
Coba tebak, apakah ’sesuatu’ itu? Saya akan beri petunjuknya..Anagram dari kata itu adalah "AANSADREAPUAR". Buat anak2 1 T coba tebak. Kalo ga bisa, saya curiga kalo kalian pake joki buat diterima sekolah ini. Tapi, siapa saja yang baca tulisan ini, anagram di atas boleh juga diutak atik, n kirimin jawabannya lewat comment di bawah tulisan ini. Bagi siapa saja yang jawabannya benar, akan saya doain biar sukses dunia wal akhirat…
Tapi saya berharap, "AANSADREAPUAR" ga hilang di hati makhluk2 itu. "AANSADREAPUAR" selalu tertanam dalam diri mereka. "AANSADREAPUAR…" brrrr (belepotan mulut gw ngucapin kata ini), ga hilang meski tingkat dua makhluk2 itu berpisah.
Santai mas, mbak, bang, akhi, ukhti, fren….Santai jak, kita belum berpisah pulau. Kita belum dipisahkan daratan dan lautan. Kita masih di sini, di kampus tercinta ini. Masih meneruskan perjuangan buat nemuin diri kita, ngebentuknya, dan mengarahkannya ke golongan mana kita kelak, golongan A, B, C, ataw D (ingat ??). Masih akan berhadapan sama saudara tuanya Principle: si kakak kedua Intermediet dan si kakak pertama Advance. Masih bisa bertegur sapa n berjabat tangan di loby gedung D. Dan perpisahan ini gak menjadi halangan bagi kita untuk berbagi kisi-kisi…
Yah, kita belum terpisah lautan. Kita masih di sini, di Jurang Mangu, tersebar di Kalimongso, Ponjay dan Sarmili. Belum tersebar ke Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, atw Papua. Jangan merasa sedih saat menanti saya, 20 menit, 30 menit, ataw bahkan 90 menit (seperti kul BC kemarin:) saya tidak muncul, karena kelak ditingkat dua, itu bukanlah keterlambatan saya. Itu semata-mata karena saya tidak sekelas lagi sama kalian, kelas kita beda (maxute..??)
Ya udah, sy doakan sukses buat makhluk2 satu T yang gila abis (yang ga gila, ga dapat doa..). Jangan lupakan pesan Pak Kodirin, Pak Mardial, Bu Dwi Setyowati, Bu yang ngajar bahasa inggris (gw lupa namanya), Pak Muldjono, Pak Edgar, Pak Sugeng, Pak Budi, Pak Sukhan, Pak Buset, truz yang ngajar statistik tengah semester kedua (namanya sapa sih?) dan Pak Widjono. Oia, Mas Ruri juga.
Mr Budi pernah bilang, "kalau ada 10% saja di antara kalian yang masuk di golongan A, negara ini pasti akan jadi lebih baik.." (siapa yang mw mendaftar?)
Lembo ade cina ro amancawaku,
aina cua nefa angi,
cua kateipu mataho di angi ndai….
(kalimongso, 21.45 pm)