Tuluskah hatimu…
Kalo ngomongin tulus, kesannya moralis banget y. Tapi kemarin, dari secarik koran bekas saya dapat kisah yang benar2 menggugah. Sebuah kisah tentang ketulusan (cie..)
Entah, yang namanya tulus itu susah bener nyarinya sekarang (apa guanya yang bego y? Tentu saja mana ada ketulusan yang diekspos). Tapi saya sangat kagum sama salah satu contoh yang diberikan Rasulullah SAW.
Ceritanya, setiap hari, Rasulullah SAW memberikan makanan seorang wanita Yahudi-tua-buta yang mengemis di pinggir jalan. Karena buta, tentu saja wanita itu ngga tau siapa yang menyuapinya setiap hari. Dan Rasulullah pun nggak pernah memperkenalkan dirinya.
Tau ngga apa yang dibicarakan wanita tua itu ketika setiap kali disuapi dan mengobrol dengan R asulullah? Wanita tua itu selalu menyinggung, mengomel dan mencaci maki seseorang yang namanya Muhammad, tanpa mengetahui bahwa orang yang tiap hari menyuapinya itu adalah Muhammad itu (nah lho).
Dan Rasulullah selalu setia berlama-lama, demi mendengar curahan hati sang nenek.
Setelah Rasulullah wafat, Abubakar r.a. (khalifah pertama setelah Nabi Muhammad SAW) , menggantikan Rasulullah untuk memberi makan si nenek setiap harinya. Namun, si nenek merasakan sesuatu yang berubah dari suapan yang ia terima. Kata si nenek: “ Makanan yang masuk ke mulutku biasanya tidak seperti ini. Makanan yang disuapkan kepadaku lebih lembut, lebih renyah dan lebih enak”. Demi mendengar perkataan si nenek, Abubakar tak kuasa menahan keharuannya. Abubakar lalu mengatakan bahwa orang yang biasa menyuapi si nenek dengan suapan yang lembut dan makanan yang lebih renyah dan enak itu telah wafat. Si nenek lalu bertanya, siapakah orang itu. Abubakar menjawab, dia adalah Muhammad. Sang nenek pun ngga bisa menahan air matanya.
Wah, angkat topi deh buat ketulusan Nabi Muhammad. Coba pikir, balasan apa coba yang bisa didapat dari nenek-tua-buta yang ngga pernah tahu siapa yang menyuapinya bahkan membencinya itu? Ditambah lagi, Nabi Muhammad saat itu adalah kepala negara Madinah, seorang presiden, yang bisa2nya turun ke bawah, langsung memberi makan rakyat bawah dengan tangannya sendiri dan rela mendengar keluh kesah rakyat bawah. Bisa ngga y dilakukan oleh orang sekarang?
“klo yang ini angkat tangan deh…”
January 6th, 2007 at 8:12 pm
huhuhuw…. bener2 terharu bacanya… thanx ya udah di posting… jadi merasa tergugah juga…^^
January 7th, 2007 at 6:03 pm
klo u/ yg satu ne saya blm ada koment, maep yee?! susah bngt buat aye buat ngungkapinx tp yg jelas landaskan dengan niat yg tulus dan ikhlas dalam stiap jejak langkah qta. Allah slalu ada bersama qta…
April 10th, 2009 at 4:31 pm
Alhamdulillah..indah sekali kisah yg anda tuliskan ini..salam kenal..saya hafidz dari malaysia..harapnya ada lagi kisah2 Rasulullah SAW yang menyayat hati dan penuh pengajaran dapat anda kirimkan..terima kasih banyak2..wassalam..