Pipiet Senja: Kalembo Ade…
Sunday, February 11th, 2007Akhirnya, acara PJMI itu selesai juga (PJMI=Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Islam, juga berarti Pondok Jurang Mangu Indah, perumahan yang banyak kos2an bwt anak stan-nya…). Lumayan capek, soale dua malam sebelumnya panitia pada begadang bwt nyiapin acara yang bisa dibilang dadakan itu.Persiapannya bisa dibilang cuma 3 minggu. Tapi, alhamdulillah gawean terakhir IMMSI generasi lima belas ini bisa berjalan lancar.
Capek..mana paginya sy mesti lari keliling kampus tiga kali (dan sorenya empat kali…suerr). Tapi nggak mengapa, karna capek, letih, lelah, lesu yang menjangkiti para penghuni D 201 bisa terobati setelah tahu Pipiet Senja dan Bayu Gawtama bisa datang. Kami bisa tersenyum setelah beberapa hari sebelumnya harap2 cemas selalu menghantui. Dan senyuman itu semakin lebar ketika Teh Pipiet dan Bang Gaw hadir di tengah2 kami.
Sebelumnya, kami sendiri nggak yakin bisa mengundang Teh Pipiet dan Bang Gawtama. Persiapan yang mepet plus dana yang terbatas sempat membuat koordinasi kami mengendur. Dan lagi hujan terus2 turun, jadi kami cuma bisa bilang ke peserta: "Insya Allah, kalo malam sabtu, hari sabtu dan malam ahad nggak turun hujan, dua2nya bisa datang" (soale daerahnya Bang Gaw, Ciputat, kamarin kena banjir gede. Takutnya jalan2 pada macet, apalagi teh Pipiet tinggalnya di Depok). Dan syukurlah, hujan nggak turun, dan dua2nya bisa datang.
Nah, tentang judul entry ini, sy maw bicarakan dua2nya: Pipiet Senja dan Kalembo Ade. Kalo yang sudah baca semua novel karya Pipiet Senja, mungkin langsung nyambung, soale Kalembo Ade jadi salah satu judul novelnya. Kalo sy sendiri, belum baca ini novel. Tapi novel ini katanya bagus, ada sisi2 lucunya, juga ada nuansa mengharubirunya.
Teh Pipiet tadi siang sedikit banyak (<–?) memberikan nasihat, wejangan, dan membagi pengalamannya selama malang melintang hapir 40 tahun di dunia tulis menulis. Dan sy benar2 kagum sama semangat beliau. Di usia yang nggak muda lagi, beliau masih aktif menulis. Total karyanya yang sudah naik cetak ada 75 buah, belum termasuk cerpen dan novel yang nggak dicetak (yang bila ditotal seluruh tulisannya berjumlah lebih dari seratus karya).
Dan hubungannya sama Kalembo Ade? Kata ini sudah lama nggak sy denger. Kalo di kampung sering. Biasanya klo bertamu ke rumah orang, si empunya bilang, setelah menjamu macam2 makanan,: "kalembo ade, cina" (cina=saudara). Atw kalo ada yang kena musibah, biasanya ditenangkan dengan kata2:"kalembo ade amancawa, kawarapu Ruma" (artinya: kalembo ade saudariku, ingat2lah Tuhan). Atw kalo kita dapat pertolongan, si penolong biasanya jg bilang: "kalembo ade, amania" (artinya, kalembo ade saudaraku). Dulu, waktu pelajaran Nggahi Mbojo (Bahasa Mbojo), sy bingung arti kata yang pas ke bahasa Indonesianya apa. Kalo di artikan kata2 perkata, artinya kurang lebih "lapangkan hati", kalo maknanya mungkin lebih ke makna kata "sabar". (Tapi, sering merasa aneh, sabar bwt apa coba, kalo pas bertamu di kasi macam-macam, sampai2 si empunya sibuk nyari makanan apalagi yang bisa disuguhi buat si tamu. Dan, setelah semua pelayanan bwt tamu plus sikap ramah tamah, si empunya tetap bilang:"lembo ade…lembo ade…" (he3).)
Yang jelas, Pipiet Senja sendiri memberikan contoh lembo ade (baca:sabar, hati lapang) bwt saya. Beliau tetap berkarya meskipun, secara berkala harus menerima transfusi darah untuk bertahan hidup. Beliau tetap bersemangat dan energik di usianya yang nggak lagi muda. Semangatnya selalu ditularkan bwt generasi2 di bawah beliau. Hingga sy jadi merenung sendiri, sy sendiri yang sehat, nggak ada penyakit berat seperti beliau, masa nggak bisa berbuat apa kek, nulis ataw apalah. Atawa minimal sekedar untuk menghilangkan capek saja. Buat ngeluapain capek saja. Harusnya sy dengar kata2 itu sekarang: "Lembo ade, Noris.."
Mm, nyari dulu, novel Kalembo Ade dapatnya di mana y?
Kalimongso,
Ahad, 11 Feb 2007