Archive for June, 2007

26 juni

Tuesday, June 26th, 2007

bersyukurlah

jika lintingan ganja belum pernah kita cicipi

jika serbuk sabu2 belum pernah kita hirup

dan bersyukurlah

karna kita masih bisa tenang, damai dan gembira tanpa ekstasi

kalimongso, 26 juni 2007

katakan tidak untuk narkoba

Jean-Baptiste Grenouille Seharusnya Jadi Koki

Tuesday, June 12th, 2007

Setiap manusia punya potensi sendiri2. Potensi jadi petani, insinyur, dokter, pelatih sepak bola, penulis, politikus, sampai jadi astronot. Potensi manusia bisa meledak2, mengingat, banyak ilmuwan yang mengatakan dari sekian juta sel2 otak, hanya lima belas persen saja (itupun bwt  orang gila sekelas Einstein) yang terpakai. Nggak kebayang kalo  100% terpakai, mungkin kita  lupa kalo  pernah  terkagum 2 sama Concorde yang supersonik itu, karena kemana-mana cukup masuk ke pintu kemana sajanya Doraemon.

Tapi, potensi itu bisa jadi kesalahan fatal klo nggak di arahkan ke jalur yang semestinya. Kayak ilmuwan2 yang bikin senjata pemusnah masal, yang dengan logika saja, senjata itu pasti buat membunuh manusia(tidak seperti bom nuklir yang "mungkin"  bisa dipakai bwt hancurin komet kayak di "Armageddon"). Kayak orang pintar yang korupsi. Atw, seperti orang bertubuh tegap gempal yang menggunakan kesereman tampangnya untuk malakin orang2 di pasar, yang seharusnya tubuh itu bisa dipakai buat meniti karir jadi atlet gulat.

Seperti di novel Parfume alias Das Parfume, menurut saya, si Jean-Baptiste Grenouille semestinya nggak terobsesi dengan suatu aroma parfum, yang membuat dia harus membunuh banyak gadis buat diambil aromanya. Seharusnya si Grenouille menyadari bakatnya itu untuk kebaikan orang2 di sekitar. Singkat kata, si Greouille harusnya jadi koki. Lho?

Dengan kemampuannya yang luar biasa untuk mengenali bau2an, dia pasti berbakat untuk meramu makanan. Disodori nasi goreng, dia bisa menebak bahwa nasi goreng itu di buat dari beras kepala Cianjur, bawang putih ukuran kecil, bawang merah, cabe, kecap Bango, sambal ABC, garam tanpa yodium, daun bawang, sedikit keringat penjual nasi goreng yang g sengaja menetes (?), dll. Di sodori soto kambing, dengan mata berbinar2 karena menyukai bau jeruk nipis, dia pasti bisa menebak bahan2nya adalah daging kambing muda, sereh, keripik, toge, garam yodium,  kecap Indofood, jeruk nipis, daun bawang, seledri, jahe, kunyit, kemiri, merica, bihun, bawang merah yang digoreng sekian menit, gula merk Gulaku, lengkuas, telur rebus, dll. Nah, saya kira dia pasti berjingkrak2 karena kesenangan bila diajak ke pasar tradisional di Indonesia dengan segala macam bahan2 makanan dengan beribu aroma ada di sana.

Sodori bahan2 khas Indonesia, biarkan dia bersekperimen dengan segala macam bau2 itu. Diracik jadi makanan yang enak dengan aroma yang enak (nggak kayak makanan Prancis yang di pesan Mr. Bean di Mr. Bean’s Holliday, yang cuma dari kerang dan udang beku mentah, gimana cara makannya?).  Si Grenouille bisa jadi  koki Prancis yang hebat.

Sy jadi mengandai2, dalam novel nantinya, bukan tentang nama asap yang akan ditanyai oleh Grenouille, melainkan… kuah! Ya, dia pasti bilang:"Saya heran mengapa kombinasi bau ini diberi nama dengan satu nama sederhana: "kuah". Padahal "kuah" sendiri terdiri dari ribuan bau yang seharusnya di beri nama sendiri-sendiri".

Posko G 112  5:52 pm
"hampir ketiduran pas auditing tadi"

kerjaan iseng

Sunday, June 3rd, 2007

Buat apa sih naik gunung, cari penyakit saja. Buat turun ke sungai, padahal  kamu tahu bahayanya hole yang  bisa  menarik tubuhmu  lima detik, sepuluh detik, atau… Buat apa turun ke gua, emangnya kelelawar? Truz, apa gunanya panjat tebing?

Entah. Tapi orang mati nggak hanya karna naik gunung, jatuh di jurang, atau tersesat di hutan, ada orang mati di atas tempat tidur karna serangan jantung.

Terkadang kita jadi ingat dengan Zat yang jiwa kita berada di tangan-Nya, ketika kematian itu dekat. Merasakan artinya sepenggal nafas ketika perahu terbalik di jeram, dan kita masih selamat.  Bersyukur dan meresapi artinya sebutir nasi, ketika kita harus berbagi makanan di tengah hutan dengan teman dan hanya mendapat dua sendok nasi untuk satu hari. Bersyukur sekhitmat-khitmatnya karena nggak terjadi apa2, padahal salah mengunci figure.

Ya, asal jangan lupa saja sama kewajiban manusia (karna saya manusia) dan… intermediate!!!

Ahad 11:43 pm
Lagi siap2 ke Gede. "Bukan gunung yang ditaklukan, tapi diri kita" <–pesan dari Bang Edmund Hillary

bungkus relaxa, sponsor pengamen di mana2

Sunday, June 3rd, 2007

Judul di atas diusulin sama orsin bernama Farhan a.k.a Black Claw ketika kami jalan2 ke Kuningan, bwt lihat acara Bunkasai yang diadain sama K3J (kelompok kerja kebudayaan jepang)  Atmajaya. Tanpa sedikitpun mengurangi rasa hormat saya sama itu orang sinting (orsin), saya mengubah kata2 "Jakarta" menjadi "di mana2". Bukan sebuah perubahan yang fundamental memang, tapi setidaknya cukup sebagai bahasan untuk menjadi sebuah paragraf pembuka tulisan ini.

Perhatiin nggak klo pengamen kebanyakan menggunakan kantong permen Relaxa buat ngumpulin receh dari orang2. Mayoritas pengamen bahkan hampir semua (dalam ingatan saya) selalu menenteng2 kantong permen Relaxa, dilipat dengan rapi dan membukanya perlahan2 ketika mulai mengamen. Bukan saja monopoli pengamen, tapi juga pembaca puisi dan pemain drama pendek di atas bus atau kereta api.

Mungkin nggak, kalo Relaxa jadi sponsor tetap pengamen2/pembaca puisi/pemain drama pendek itu?

Ahad 10.44 pm
Boaz Solossa mesti absen enam bulan. Artinya dia nggak bisa ikut piala asia. kuciwa…