Jean-Baptiste Grenouille Seharusnya Jadi Koki
Setiap manusia punya potensi sendiri2. Potensi jadi petani, insinyur, dokter, pelatih sepak bola, penulis, politikus, sampai jadi astronot. Potensi manusia bisa meledak2, mengingat, banyak ilmuwan yang mengatakan dari sekian juta sel2 otak, hanya lima belas persen saja (itupun bwt orang gila sekelas Einstein) yang terpakai. Nggak kebayang kalo 100% terpakai, mungkin kita lupa kalo pernah terkagum 2 sama Concorde yang supersonik itu, karena kemana-mana cukup masuk ke pintu kemana sajanya Doraemon.
Tapi, potensi itu bisa jadi kesalahan fatal klo nggak di arahkan ke jalur yang semestinya. Kayak ilmuwan2 yang bikin senjata pemusnah masal, yang dengan logika saja, senjata itu pasti buat membunuh manusia(tidak seperti bom nuklir yang "mungkin" bisa dipakai bwt hancurin komet kayak di "Armageddon"). Kayak orang pintar yang korupsi. Atw, seperti orang bertubuh tegap gempal yang menggunakan kesereman tampangnya untuk malakin orang2 di pasar, yang seharusnya tubuh itu bisa dipakai buat meniti karir jadi atlet gulat.
Seperti di novel Parfume alias Das Parfume, menurut saya, si Jean-Baptiste Grenouille semestinya nggak terobsesi dengan suatu aroma parfum, yang membuat dia harus membunuh banyak gadis buat diambil aromanya. Seharusnya si Grenouille menyadari bakatnya itu untuk kebaikan orang2 di sekitar. Singkat kata, si Greouille harusnya jadi koki. Lho?
Dengan kemampuannya yang luar biasa untuk mengenali bau2an, dia pasti berbakat untuk meramu makanan. Disodori nasi goreng, dia bisa menebak bahwa nasi goreng itu di buat dari beras kepala Cianjur, bawang putih ukuran kecil, bawang merah, cabe, kecap Bango, sambal ABC, garam tanpa yodium, daun bawang, sedikit keringat penjual nasi goreng yang g sengaja menetes (?), dll. Di sodori soto kambing, dengan mata berbinar2 karena menyukai bau jeruk nipis, dia pasti bisa menebak bahan2nya adalah daging kambing muda, sereh, keripik, toge, garam yodium, kecap Indofood, jeruk nipis, daun bawang, seledri, jahe, kunyit, kemiri, merica, bihun, bawang merah yang digoreng sekian menit, gula merk Gulaku, lengkuas, telur rebus, dll. Nah, saya kira dia pasti berjingkrak2 karena kesenangan bila diajak ke pasar tradisional di Indonesia dengan segala macam bahan2 makanan dengan beribu aroma ada di sana.
Sodori bahan2 khas Indonesia, biarkan dia bersekperimen dengan segala macam bau2 itu. Diracik jadi makanan yang enak dengan aroma yang enak (nggak kayak makanan Prancis yang di pesan Mr. Bean di Mr. Bean’s Holliday, yang cuma dari kerang dan udang beku mentah, gimana cara makannya?). Si Grenouille bisa jadi koki Prancis yang hebat.
Sy jadi mengandai2, dalam novel nantinya, bukan tentang nama asap yang akan ditanyai oleh Grenouille, melainkan… kuah! Ya, dia pasti bilang:"Saya heran mengapa kombinasi bau ini diberi nama dengan satu nama sederhana: "kuah". Padahal "kuah" sendiri terdiri dari ribuan bau yang seharusnya di beri nama sendiri-sendiri".
Posko G 112 5:52 pm
"hampir ketiduran pas auditing tadi"
December 13th, 2007 at 9:39 pm
haha… ris, aq belum baca novelnya, ud diceritain doang
sepertinya bagus…
June 28th, 2008 at 4:33 am
hmmmm… apakah orang ini benar2 pernah ada?
semalem sy baru nonton filmnya