seperti kepada dirimu sendiri
Hideyoshi tidak pernah sesedih ini. Padahal, di medan peperangan, nyawa prajurit dan perwira melayang bagaikan daun-daun kering berguguran. Tapi tidak untuk Takenaka Hanbei, guru sekaligus sahabat yang telah pergi untuk selamanya. Biarkanlah air mata ini mengalir, tidak peduli bagi seorang jenderal besar seperti Toyotomi Hideyoshi. Belum pernah ada pengikut dan junjungan seperti ini, satu sama lain menganggap pengikut ataupun junjungannya sebagai guru.
Tidak kurang seperti Arai. Lelaki simpai keramat yang begitu ajaib. Adakah sahabatmu yang saat kau bangun tidur kau dapati gula-gula dan mainan ajaib di kantung bajumu? Atau seperti Jimbron, yang dengan segala ketidak peduliannya dari ocehan orang lain membeli dua tabungan berbentuk kuda. Ini tidak sekedar sifat obsesif kompulsif kepada kuda, tapi tentang persaudaraan. Tidak ada yang menyangka bila tabungan berbentuk kuda itu akan dihadiahkan kepada Arai dan Ikal sebelum keberangkatannya mencari Ciputat dengan bening yang menutupi kornea mata: sekolahlah kalian berdua…
Sekali waktu, sebelum berangkat ke Syiria, ‘Umar bin Khatab meminta kepada Bilal , muazin pertama Islam, untuk mengumandangkan azan. Tidak ada yang tahu apa sebab musababnya, sejak kematian Baginda Rasul, lelaki mulia ini menolak untuk berazan. Para pemimpin segera mendatangi beliau, meminta untuk berazan di momen yang khusus itu. Lelaki Afrika yang mulai menua itu setuju, dan ketika suara akrab itu menggema, dengan kualitas yang masih jernih dan nyaring, orang-orang jadi teringat jelas waktu lampau nun jauh di sana ketika Nabi biasa mengimani salat setelah azan Bilal, dan ini membuat seluruh jamaah dan ‘Umar terisak-isak.
Kalimongso, 13 feb 2008
"Terima kasih untuk yang telah membangunkanku tiap dini hari. Baru aku temui seseorang dalam masa belianya mengingat Tuhannya hampir tiap malam"
May 1st, 2008 at 10:43 am
atau seperti lintang yang rela bersepeda 80km setiap hari tuk sekolah,melewati sungai sarat buaya setiap hari, even cuma akan menyanyikan lagu indonesia raya sesampai disekolah.. hehe..
May 1st, 2008 at 10:46 am
tragis lintang yang cerdas tdk dpt melanjutkan sekolah hanya karena kesulitan biaya.. lintang yg telah dipersunting oleh enstein dan phytagoras, walaupun lintang tidak syarat gizi..
May 2nd, 2008 at 10:51 am
iya, 80 kilometer bolak-balik, ck..ck..ck
Ga kebayang bagimana capainya.
Coba, kita yang bisa sekolah sampai universitas ini, jarang tekun belajar, ga bersyukur…